Thursday, June 25, 2009

Dibalik Bacaan Hamdalah

Dibalik Bacaan Hamdalah (tulisan ini dimuat di Bulletin Madani DMI -KEpri)

Oleh: Nur Fahmi Magid

Pada edisi sebelumnya kita telah mencoba untuk mencari makna dibalik bacaanj Basmalah, untuk itu, saat ini redaksi akan mencoba untuk meneruskan pada bacaan berikutnya, yakni hamdalah. Alhamdulillahi rabbil'aalamiin. Kalimat tersebut seringkali kita ucapkan saat kita mensyukuri sesuatu. Jika bacaan basmalah membawa nuansa hati kita kepada kasih sayang Allah dan segala sifat pemurahNya, maka hamdalah ini memberikan penegasan dengan cara mengucapkan terima kasih kepadaNya.

Kesadaran tentang betapa banyaknya nikmat yang kita terima dariNya, semestinya kita gunakan untuk menyulut hati kita agar memahami makna saat mengucapkan Alahamdulillahi rabbil'aalamiin. ''Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam''

Maka, nuansa yang muncul dalam bacaam Hamdalah atau ayat kedua dari surat Al Fatihah itu adalah rasa syukur yang mendalam atas segala nikmatNya. Kepada siapa kita ucapkan rasa syukur tersebut? tentu saja, kepada Allah sang penguasa alam semesta.

Disini muncul penegasan berikutnya, dimana Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang itu adalah dzat yang mengendalikandan memelihara segala yang ada ini. Dan karena itu, Dia adalah dzat yang mengetahui kunci segala rahasia yang terkandung didalamnya. Sebagaimana digambarkan dalam Firmannya:

''Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah'' (QS Thahaa : 6)

'' Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas,'' (QS. Al Baqarah : 212)

'' Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)''.(QS. Ibrahim:34)

Selain itu, bacaan hamdalah juga memberikan gambaran pada kita bahwa Allah adalah tuhan yang tidak pernah menganggur. Ia adalah tuhan yang selalu dalam kesibukan mengendalikan segala kejadian dan peristiwa yang terjadi diseluruh penjuru alam, yang jumlahnya bertriliun-triliunan kejadian atau malah tak berhingga. Dalam detik ini saja, Allah telah mengendalikan banyak hal dengan jumlah tak terhingga. Mulai dari mengatur kerja jantung kita, menjaganya agar tetap berdenyut, paru-paru kita di program untuk terus membantu pernafasan, otak, sampai pada menentukan gerakan benda langit sekaligus yang jumlahnya tentu saja tak berhingga, menakdirkan kelahiran mahluk, juga kematian mahluknya, memberikan rejeki, serta masih banyak lagi peristiwa di alam semesta ini. Jumlahnya tidak akan pernah bisa dihitung sebagaimana Allah berifirman:

''Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana''.(QS Luqman : 27)

Maka sudah sepatutnya, kita sebagai mahluk harus senantiasa mengucapkan kalimat hamdalah, Alhamdulillahi rabbil'aalamiin, sebagai ungkapan rasa syukur kita atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT baik yang kasat mata maupun nikmat yang tak kasat mata.

No comments: