Kembali kusaksikan pulau tak bernama
kala mentari baru saja terhentak dari tidur
dan burung-burung berarak ke selatan
''Tuhan, inikah anugrah? Alam yang selalu hadir dalam tiap mimpiku?'' kataku dalam hati.
Pulau tak bernama, ditengah lautan tak membujur
Mungkinkah kau menyimpan kesumat?
Dalam doa, dalam tenangmu, dalam pesonamu
Tepat, ketika kakiku menginjak sebagian tubuhmu
Aku terbaring, garing, ketika ketakjuban tak mampu kutahan
disudut pantai tak bernama, dalam pulau tak bernama
Akankah datang senja, beberapa jam lagi?
Saat kanvas langit memerah
Biarkan aku terbaring, dan aku garing dalam penantian panjang ini
Magid, antara Batam dan Tanjngpinang. 2009
Thursday, June 4, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment